Skip to main content

follow us

Mungkin masih banyak diantara kita yang belum mengetahui apa maksud yang tertera di detail deskripsi kaos yang di jual oleh banyak situs online di internet. Bahkan jika tercantum kode-kode CC 20s, CC 24s dan lain sebagainya, seorang pembeli hanya menebak-nebak ini mungkin sebuah kualitas.

Di postingan kali ini saya ingin berbagi informasi seputar kaos distro yang saat ini banyak sekali beredar dipasaran dengan berbagai macam kualitas yang ditawarkan. Kita mulai dari pemilihan bahan. Anda mungkin sudah tidak asing dengan nama Cotton Combed, ini adalah jenis katun (cotton) yang sangat halus, yang mana pada proses pembuatannya serat katun diproses secara khusus sebelum diputar di mesin pemintal.


Secara umum cotton combed ini memang lebih mahal dibandingkan kain katun biasa. Bahan Cotton combed juga terlihat lebih rata karena serat benangnya yang halus. Sifat bahan cotton combed sangat halus dan kuat, bahan cotton combed sering digunakan untuk bahan sprei atau bahan pakaian seperti kaos, yang sudah pasti bersentuhan langsung dengan kulit manusia.

Bahan cotton combed tidak panas jika dikenakan dan mudah menyerap keringat karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas alami, sehingga sering menjadi pilihan bahan pakaian santai maupun pakaian olahraga. Kaos berbahan cotton combed sangat cocok digu
nakan di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia karena sifatnya yang menyerap keringat.

Bukan hanya bahan saja yang perlu Anda ketahui, kaos yang Anda kenakan atau sedang Anda pilih hampir semua memiliki sablon. Anda juga harus tau bahan kaos apa yang bagus dan cocok untuk di sablon. Berikut ini bahan kaos yang bagus untuk di sablon :

1. Cotton Combed Semua Gramasi 20s 24s 30s dan 40s
2. Cotton Cardet
3. Cotton Spandex dan Spandex Cotton
4. Cotton Slub
5. Supima
6. Tri-Blends
7. Cotton Bamboo.

Setelah Anda mengetahui bahan yang baik untuk di sablon, selanjutnya Anda perlu tahu jenis-jenis sablon yang populer digunakan saat ini. Berikut ini beberapa jenis sablon populer yang digunakan sampai saat ini.


1. Sablon Rubber

Para pelaku usaha sablon sering menyebutnya sablon karet dikarenakan sablon ini bersifat menutupi serat kain yang timbul serta hasil sablon yang sangat elastis. Sablon rubber ini merupakan jenis tinta sablon yang paling banyak digunakan karena tingkat kepekatannya yang cocok untuk menyablon kain berwarna gelap.


Selain itu, jenis rubber ini biasanya dimanfaatkan untuk sablon dasar sebelum kain disablon dengan yang lain. Keunggulannya adalah sablon ini cenderung awet, dan bisa disetrika.

2. Sablon Glow in The Dark

Sesuai namanya, sablon ini memiliki kelebihan dapat menyala ketika kita membawanya ke tempat gelap. Sablon Glow in The Dark terbuat dari campuran fosfor dan bahan dasar lainnya. Usaha sablon yang saat ini saya geluti pun menyediakan sablon glow in the dark namun dengan harga yang berbeda dari sablon biasanya.

3. Sablon Pigmen

Sablon ini hanya bisa digunakan untuk menyablon warna kain yang terang. Pigmen mempunyai sifat seperti tinta yang dapat menyerap ke serat kain. Kekurangannya adalah tidak bisa digunakan untuk kain berwarna gelap karena warna sablon akan kalah dengan warna kain itu sendiri.

4. Sablon Flocking

Pada proses penyablonan, biasanya ditambahan bahan seperti beludru untuk lapisan agar membentuk permukaan timbul yang disatukan dengan perekat tertentu. Ada 2 jenis bahan yang digunakan, yaitu lembaran dan bubuk. Khusus untuk jenis lembaran, dibutuhkan mesin pres supaya daya rekat lebih kuat.

5. Sablon Polyflex

Sablon Polyflex ini menjadi buah bibir di kalangan para pegiat usaha sablon karena kehadirannya yang cukup diminati konsumen. Ada 2 jenis Polyflex berdasarkan cara prosesnya, yaitu Cutting dan Printing.

Proses Cutting dikerjakan menggunakan mesin cutting untuk membentuk suatu tulisan atau gambar dengan warna tertentu. Kelemahan dari proses cutting adalah tidak bisa mengerjakan gambar full color atau gradasi warna.

Sementara itu Proses Printing selangkah lebih maju dari proses cutting. Karena dalam prosesnya adalah dicetak menggunakan tinta, maka gambar berwarna pun dapat dibuat.

6. Sablon 3D

Sablon 3D adalah terobosan baru dalam dunia persablonan yaitu dengan munculnya teknologi sablon 3D dimana hasil sablon tampak hidup karena dapat dilihat dalam 3 sudut pandang. Tidak Semua gambar bisa dijadikan 3D. Anda harus memilih dan menggabungkan beberapa gambar agar dapat menjadi 3D.

7. Sablon DTG

DTG adalah Kependekan dari Direct to Garment adalah sebuah proses dimana gambar dicetak langsung kedalam kaos. Berbeda dengan jenis sablon sebelumnya yang bersifat manual dalam proses pengerjaannya, Sablon DTG membutuhkan mesin digital/printer dalam prosesnya.

8. Sablon Foil

Sablon Foil adalah sablon istimewa yang sering diburu para konsumen kaos, Sablon Foil. Keistimewaan dari sablon foil ini adalah sablonan tampak mengkilat dan hasilnya jernih. Ketika proses penyablonan dengan foil, ditambahkan lapisan kertas logam yang direkatkan dengan perekat khusus.

9. Sablon Plastisol

Terbuat dari minyak atau biasa disebut PVC yang mempunyai daya rekat sangat kuat. Plastisol menjadi jenis sablon mahal karena mempunyai beberapa kelebihan seperti dapat mencetak dot atau raster dengan ukuran sangat kecil. Untuk dapat mengeringkannya dibutuhkan sebuah alat khusus untuk suhu minimal 160 derajat celcius.

Jadi, semakin mahal kaos yang dijual tentu saja semakin berkualitas bahan yang digunakan. Jika Anda masih tidak percaya bahwa harga sesuai rupa, Anda bisa mencoba mulai dari sekarang. Bandingkan kaos yang dijual dengan harga murah dengan kaos yang harganya jauh lebih mahal.


Memahami arti dari angka dan huruf
pada detail deskripsi kaos


Cotton combed diproduksi dengan ketebalan dan rajutan yang bervariasi. Ketebalan tersebut diproduksi sesuai dengan selera permintaan pasar yang bermacam-macam. Untuk membedakan ketebalannya, biasanya diberi angka sebagai simbol mewakili ketebalan masing-masing.

Saat ini bahan kain katun yang lazim beredar di pasaran ada 4 jenis: 20, 24, 30 dan 40. Angka 20, 24, 30, dan 40 tersebut menunjukkan tipe kerapatan benang yang digunakan pada proses perajutan menjadi bahan kain. Semakin kecil angkanya, semakin tebal bahan dan rajutan sebuah kain katun.

Begitu pula sebaliknya. Semakin besar angkanya, semakin tipis ketebalan bahannya. Namun tak jarang pula beberapa clothing line ternama yang sengaja memintal bahannya dengan ketebalan tak lazim, seperti 28, 32 dan 34.

Sedangkan perbedaan rajutan bahan kaos dilihat berdasarkan jumlah jarum yang digunakan. Saat ini, jenis jarum rajutan yang paling populer untuk produksi bahan Katun Combed terbagi dua: jarum tunggal (single knitt) dan jarum ganda (double knitt).

Istilah single knitt dan double knitt kemudian oleh para produsen disingkat menjadi ‘s’ dan ‘d’. Huruf ‘s’ atau ‘d’ kemudian diletakkan di belakang angka ketebalan untuk menunjukkan jenis rajutan yang digunakan. Berdasarkan karakternya, Jenis rajutan ‘s’ tergolong renggang dan mulur. Sebagian besar bahan kaos katun yang beredar di pasaran menggunakan tipe rajutan jarum tunggal ini.

Sedangkan rajutan ‘d’ berbeda dengan ‘s’. Jenis jahitan double knitt menggunakan teknik jarum ganda. Karakter rajutan ini cenderung lebih rapat, lentur dan tebal. Bahan rajutan ‘d’ dapat digunakan secara bolak-balik. Bahan dengan rajutan ini lebih sering digunakan untuk pakaian bayi dan anak-anak.

Meskipun demikian, hingga saat ini tidak ada standar yang pasti di antara produsen bahan kain katun. Bisa saja istilah 20s dari satu produsen kain bahan berbeda dengan bahan 20s dari produsen yang lain.

Sebab setiap produsen menerapkan indikator yang berbeda-beda. Berikut kami jabarkan karakter dan identitas 4 jenis bahan Katun Combed dengan rajutan single knitt yang paling populer di pasaran:


1. Bahan Katun Combed 20s

Bahan kain Katun Combed 20s memiliki gramasi bahan kaos atara 180 – 220 gr/m2 untuk jenis rajutan Single Knitt. Bahan 20s merupakan bahan paling populer di antara bahan Katun Combed yang lain, bahkan di antara semua bahan kaos yang ada. Bahan kain Katun Combed biasa ditawarkan oleh konveksi kaos sebagai pilihan favorit karena penjual bahan dengan jenis ini banyak ditemukan dimana-mana.

2. Bahan Katun Combed 24s

Combed 24 dengan rajutan ‘s’, gramasi bahan kaos yang digunakan berkisar antara 170 – 210 gr/m2. Bahan Combed 24s biasa digunakan oleh konveksi kaos yang berdomisili di Bandung. Bahan kain Katun Combed 24s merupakan bahan yang paling banyak dicari karena ketebalannya yang berada di tengah-tengah. Karakter bahan ini tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Namun sayangnya bahan Combed 24s jarang ditemukan di luar daerah Bandung.

3. Bahan Katun Combed 30s


Ini dia bahan favorit anak-anak muda di daerah perkotaan. Bahan ini biasa diandalkan clothing line dan distro karena tipis dan tidak panas. Bahan Combed 30s menggunakan gramasi yang berkisar antara 140 – 160 gr/m2 dengan untuk jenis rajutan Single Knitt.

4. Bahan Katun Combed 40s

Bahan ini merupakan bahan paling tipis di antara Katun Combed yang lain. Biasa produksi gramasi antara 110 – 120 gr/m2 dengan jenis rajutan Single Knitt. Kerap digunakan beberapa clothing line Bandung dan clothing line Jakarta.


Nah, itulah jenis-jenis sablon yang saat ini masih terus disukai oleh konsumen dan produsen brand tertentu. Kualitas untuk pakaian bukan sekedar bahasa promosi atau menarik minat pelanggan. Kualitas sangat Anda butuhkan, apa lagi jika itu langsung menjadi barang yang melekat pada kulit Anda, usahakan untuk mencari tahu apa kekurangan dari murahnya harga barang, dan apa kelebihan dari mahalnya barang yang dijual. Semoga bermanfaat...

Related Posts:

Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar