Skip to main content

follow us

Likuifaksi atau Liquifaction adalah proses tanah gembur yang berfungsi seperti cairan selama terjadi gempa bumi. Ketika kita berada di sekitar lingkungan, jalan, sekolah atau di taman bermain, di mana seseorang berdiri, mungkin bumi tampak cukup padat. Tetapi ketika gempa bumi terjadi, banyak hal yang kurang stabil.

Seperti jelly, jelly juga adalah benda padat, tetapi sangat menggetarkan. Selama gempa bumi, tanah menjadi goyah seperti jelly. Maka disebutlah likuifaksi. Sebagian besar bangunan dan rumah dibangun di atas tanah yang padat. Tapi, membangun rumah juga terjadi pada apa yang sepertinya hanya tanah yang kokoh.


Gambar: Setelah gempa terjadi di Palu, 28 September 2018 pada pukul 18:02 WITA, terjadi likuifaksi di Petobo, Palu Selatan. Petobo kelurahan di bagian selatan-tenggara kota Palu yang berbatasan langsung dengan Kab. Sigi & Kab. Donggala.

Namun, di bawah lapisan sedimen yang padat, mungkin ada kejutan. Pencairan terjadi ketika air melonggarkan tanah yang dikenal sebagai pasir hisap. Pasti Anda pernah melihat pasir lebih dekat. Jika Anda melakukannya Anda akan melihat pasir terdiri dari banyak batu kecil. Karena bentuknya dari banyak bebatuan kecil ini, ada ruang di antaranya. Ruang ini sering diisi dengan air.

Ketika kita menginjak pasir, batu-batu kecil itu bersatu dan mengeras sehingga membuat kita stabil stabil tidak terperosok. Ini disebut kompresi. Dalam kompresi jangka panjang sebenarnya menciptakan batuan sedimen dari sedimen. Tapi, ini terjadi selama jutaan tahun.

Gempa Bumi dan Likuifaksi - Namun dalam gempa bumi, batu-batu kecil ini bergerak di sekitar sehingga air di antara mereka tidak dapat mengalir. Oleh karena itu, tanah tidak bisa memadat. Ini menyebabkan air mengambil berat dari bangunan apa pun yang ada di tanah ini.

Air, seperti yang kita ketahui, bukanlah tempat yang bagus untuk benda padat. Jadi, tenggelam pasti terjadi. Ketika gempa berhenti, tanah kembali menjadi padat. Ini berarti bahwa apa pun yang tenggelam sudah tak bercelah.

Topografi tanah akan menjadi sangat tidak rata. Ada beberapa celah terbuka. Bangunan memang dibangun di atas tanah yang stabil. Namun, selalu bisa tenggelam ke bumi selama gempa bumi!

Setelah berkeliling mencari informasi, ternyata ini bukan satu-satunya efek likuifaksi. Sementara struktur normal permukaan akan tenggelam ke dalam tanah, dan hal-hal lain akan muncul. Tanah yang longgar dan berpasir atau tanah yang jenuh air di bawah sedimen dapat membuat jalan sendiri untuk naik ke permukaan.

Kolom tanah naik dan berpasir disebut tanggul pasir. Ketika pasir muncul di permukaan itu disebut pasir mendidih. Ini terlihat seperti gunung berapi kecil yang berpasir. Struktur bawah tanah lainnya ternyata dapat terpecah juga, juga hal-hal penting seperti gas dan saluran air.

Hasil fenomena likuifaksi ini sering terlihat setelah gempa bumi berkekuatan besar. Trotoar jalanan akan pecah, dan butiran pasir dapat dilihat di jalan raya dan area lainnya. Saluran saluran air dan pembuangan di bawah jalan-jalan dapat naik selama likuifaksi.

Video di bawah ini adalah contoh demo simple likuifaksi yang di embed dari channel: Illinois State Geological Survey


Demikian fakta singkat penjelasan likuifaksi yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat...

Related Posts:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar