Skip to main content

follow us

Fakta Bahwa Cula Badak Tersusun Atas Rambut Yang Dipadatkan - Fakta kali ini membahas tentang si badak, hewan yang juga menjadi salah satu kebanggaan Indonesia di mata dunia. Cula badak ternyata telah lama menjadi objek kepercayaan mitologis.

Ada beberapa kebudayaan menjadikan cula badak sebagai hadiah, karena dianggap memiliki magis atau obat. Yang lain menggunakannya sebagai gagang belati atau jimat keberuntungan. Tetapi penelitian baru di Ohio University menghilangkan beberapa mistik dengan menjelaskan bagaimana tanduk mendapatkan objek dimensi yang khas.

Para ilmuwan telah menemukan rincian terbaru tentang susunan material struktural yang membentuk cula atau tanduk badak. Kebanyakan tanduk hewan memiliki inti tulang yang diselimuti oleh selubung tipis keratin, bisa dibilang substansi yang sama seperti rambut dan kuku.

Namun, cula badak unik, karena seluruhnya terdiri dari keratin. Para ilmuwan bingung dengan perbedaan itu, tetapi penelitian Universitas Ohio kini telah mengungkapkan petunjuk yang menarik.

Source:(OhioUniversity)reviewed by"sciencedaily" - Dari informasi yang ada, para peneliti yang melakukan CT scan pada tanduk di O’Bleness Memorial Hospital di Athena menemukan endapan mineral padat yang terbuat dari kalsium dan melanin pada cula badak. Endapan kalsium tersebut membuat inti tanduk lebih keras dan kuat, dan melanin melindungi inti dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar UV matahari.

Struktur cula badak dikatakan mirip dengan inti timah pensil yang keras dengan pinggiran kayu yang lebih lemah, yang memungkinkan tanduk untuk diasah ke titik yang lebih tajam. Penelitian ini juga mengakhiri spekulasi bahwa cula badak hanyalah sekumpulan rambut yang terbentuk atau tersusun secara alami. “Tanduk-tanduk itu sangat mirip dengan struktur kuku kuda, paruh penyu, dan paruh burung kakatua.

Studi ini juga menemukan bahwa patch melanin dan kalsium muncul dalam lonjakan pertumbuhan tahunan. Akan tetapi tetapi efek suhu, diet dan stres pada pertumbuhan masih belum diketahui. Kita tentunya akan sangat setuju jika hasil studi pertumbuhan cula badak bertujuan untuk menarik kelompok konservasi yang tujuannya adalah untuk memperkuat populasi badak serta mengurangi perburuan tanduk untuk pasar gelap.

Pada akhirnya, kita pun akan berpikir bahwa temuan ini akan membantu menghilangkan kepercayaan rakyat yang melekat pada cula badak, agar lebih mengerti hal-hal unik seperti ini selalu bisa di jelaskan melalui hasil penelitian dan tidak terlalu mudahnya menganggap hal seperti ini memiliki unsur magis, yang berdampak pada keinginan untuk memilikinya. Semakin banyak yang bisa kita pelajari tentang tanduk, semakin baik kita dapat memahami dan mengelola populasi badak di alam liar.

Semoga bermanfaat...

Related Posts:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar